Oleh: mantostrip | Oktober 17, 2010

Kegelapan Abadi dan Mimpi Indah @ Rumah Adat Batad


Kegelapan Abadi dan Mimpi Indah @ Rumah Adat Batad

Batad memang bukan kampung pedalaman yang sangat tradisional, tetapi sudah tersentuh modernisasi dari luar. Hampir seluruh rumah telah mendapatkan aliran listrik yang baik dari generator pembangkit mini. Rumah penduduk sudah banyak yang tersusun dari bahan bangunan dan material modern, seperti semen untuk membangun pondasi, batu-bata untuk tembok dan seng untuk membangun atap rumah. Walaupun demikian, mata pencaharian utama penduduk batad masih sebagai petani. Untuk mempertahankan budaya mereka, tidak jarang kita menjumpai rumah adat batad yang dibangun disekitar rumah utamanya, yaitu sebuah gubuk seperti rumah pedalaman di suku pedalaman Sumba di Indonesia. Rumah tradisional berbentuk kerucut, beratapkan daun rumbia, memiliki 4  tiang penyangga utama, dan memiliki tangga untuk memasukinya. Di masing-masing tiang penyangga terdapat lempengan kayu yang berbentuk bulat yang terletak di bagian atas sebelum kayu peyangga menyentuh bagian dasar rumah, fungsinya adalah untuk menghindari adanya hewan pengerat yang berusaha naik melalui tiang penyangga. Sebelah bawah rumah (diantara 4 tiang penyangga ) biasanya difungsikan sebagai dapur, tempat untuk menanak nasi dan memasak makanan. Di dalam rumah panggung ini terdapat beberapa kompartemen, ada kompartemen untuk menyimpan persedian gabah, ada kompartemen untuk menyimpan perkakas, dan ada tempat untuk tidur. Nah karena sekarang sudah semi-modern, maka rumah adat ini dilengkapi dengan kasur sederhana, dimana bisa ditempati wisatawan yang ingin merasakan hangatnya tidur dirumah seperti ini. Satu lagi yang unik, ada beberapa tengkorak dan tulang hewan buruan yang diselipkan di atap bagian dalam  rumah ini, ada tengkorak kelelawar, tengkorak babi, tulang kerbau, dan lain-lain yang katanya berfungsi sebagai tolak bala untuk  rumah ini. Senang sekali malam harinya kami ber-4 (saya & 3 orang prancis) diberi kesempatan untuk merasakan tidur di rumah panggung yang unik ini. Kami tidur ber-4 hanya diterangi oleh cahaya lampu teplok dengan minyak yang cukup remang-remang. Begitu merebahkan ke tempat tidur, saya merasakan sebuah ketenangan dan kehangatan disini. Suasana yang hening membuat mata saya cepat terpenjam dan terlelap ke alam mimpi.

Kejadian lucu ketika saya terbangun dari tidur di tengah malam, disaat lampu teplok yang tadinya masih nyala sekarang sudah mati tak bercahaya lagi karena kehabisan minyak. Begitu bangun saya sangat terkejut, saya sangat panik karena saya tidak bisa melihat apapun, saya seperti melihat sebuah kegelapan abadi, saya pikir mata saya buta atau saya berada di alam lain, sampai saya panik mencari bantuan cahaya sambil berkata “where i am ..??” berkali-kali dengan setengah sadar. Ketika saya menemukan handphone, memencetnya dan mata saya merasakan sebuah cahaya, saya baru ingat kalau saya sedang tidur di rumah adat di Batad bersama ketiga teman baru saya. Salah satu teman saya sampai terbangun karena ulah saya yang aneh tersebut. Di pagi harinya ketika saya cerita tentang kejadian saya tersebut, dia mengiyakan dengan berkata “ Yes i see  you turn on your mobile phone “, malunya saya setelah tahu ternyata dia terbangun dan melihat saya malam itu. Kejadian seperti itu memang bukan pertama kalinya saya alami, saya pernah juga terbangun dengan kondisi setengah sadar dan hilang ingatan (baca: amnesia) ketika di Bekasi, begitu bangun saya tidak tahu saya berada dimana dan kebingungan mencari tau tentang keberadaan saya. Saya pun melanjutkan  tidur lagi setelah berhasil menenangkan diri, sampai pagi hari menjelang.

Kebiasaan  buruk yang  tak pantas ditiru, saya bangun “kepluk” alis kesiangan, sampai dibangunin untuk sarapan pagi oleh teman saya. “Mantosss…wake uppp…breakfast ready…”, aaahh……malunya diriku. Secara semua teman saya sudah bangun sejak menjelang sunrise, mereka malah sudah jalan-jalan ke sawah untuk melihat cahaya pagi tersebut. Nah kejadian lucu ketika saya bangun tidur, begitu bangun saya langsung mengambil handuk untuk mandi, maklum tadi malem ”mimpi indah”, jadi wajib hukumnya untuk mandi biar suci dan segar J. Habis mandi spontan teman saya filipino komentar pada saya “You take a shower in this morning.. ??”, sambil memandang saya dengan ekspresi wajah yang aneh, emang mandi pagi salah yah. Saya jawab saja “ Yess…why ??”, dia pun menjawab “ This is early morning ..mantos”. Ternyata memang udara masih dingin dan semua teman saya belum mandi, jadi saya seperti orang aneh saja mandi terlalu pagi. Karena saya gak mungkin membuka rahasia saya kalau habis “mimpi indah”, dan sulit rasanya menjelaskan dalam bahasa inggris, akhirnya saya jawab “ Yess…beacause i got a bad dream overnight, so i have to refresh my mind”. Saya pikir cukup sampai disitu saya ditanya, eh ternyata masih ada pertanyaan selanjutnya “ Ohh..So in your country believe, when you get a bad dream, you must take a shower after that ?? “, busyettt…ngapain juga dikaitkan dengan kepercayaan, saya jawab dengan diplomatis saja “ No…just for me, i just want to refresh my body and my mind”. Akhirnya selesai juga interogasi kepada saya di pagi hari ini, lega  . . . .


Responses

  1. tos pengalaman mu menarik, dan luwih menarik maneh yen paragraf e ra njumbel kyk ngono

    dipisah2 sithik lah jeh…
    hhehehe
    just a saran from a friend of yours ^^

  2. Suwun mir tak mir. . . . iyo iku postingan model anyar . . sengojo hahahaha . . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: