Oleh: mantostrip | Oktober 11, 2010

IBF 2010 :Talkshow Bersama Penulis Buku Traveling Bentang Pustaka


Manggung Pertama Kali
Inilah pengalaman pertama kali saya Talkshow diatas panggung yang ditonton puluhan orang dan disaksikan pula oleh para wartawan (walaupun tak sengaja kalau ternyata disaksikan :D). Biasanya talkshow hanya di toko buku dan hanya menghadapi belasan pembaca, benar-benar ini adalah pengalaman saya Mangung untuk pertama kalinya di depan umum. Sedikit nervous juga ketika naik panggung dan memperkenalkan diri kepada peserta Talkshow. Tapi selanjutnya saya merasa menikmati berbagi pengalaman dan bertukar pikiran dengan para pembaca yang hadir di acara itu. Adalah Talkshow “Travelling Asyik dengan Kocek Irit!” di Indonesia Book Fair 2010 di Istora Senayan – Jakarta yang di gelar oleh Penerbit Bentang Pustaka. Berikut dibawah ini ulasan dari Media Kompas dalam acara tersebut :
Mudahnya Cari Liburan Panjang
Minggu, 10 Oktober 2010 | 21:10 WIB

***Foto Dari Kiri : Ditta (moderator), Ariyanto, Rini Raharjanti, Trinity, Claudia Kaunang, Sihmanto (saya)

Penerbit Bentang Pustaka menggelar Talkshow “Travelling Asyik dengan Kocek Irit!” di Indonesia Book Fair 2010, Istora Senayan, Jakarta. Lima penulis buku mengungkapkan tips dan trik perjalanan wisata yang hemat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Seseorang tidak akan sulit untuk menemukan masa libur panjang di tengah kesibukan pekerjaan, asalkan bisa mengatur libur dan cuti kerja sedemikian rupa. Kunci utamanya, membereskan pekerjaan utama sesegera mungkin.

“Bos saya santai. Asalkan kerjaan beres, kita bisa cuti sesuka hati,” ungkap penulis buku The Naked Traveller, Trinity, dalam sebuah talkshow Indonesia Book Fair (IBF) 2010 , Minggu ( 10/10/2010 ) di Istora Senayan, Jakarta.

Dengan sebuah perencanaan liburan yang baik, Trinity mengaku dapat waktu bebas selama dua bulan. “Dalam waktu 2 bulan itu, saya dapat bertamasya ke Bali, Flores, Wakatobi dan Makassar,” tuturnya.

Hal serupa dialami Rini, penulis buku Tiga Jutaan Keliling India dalam 8 Hari. Untuk mendapatkan libur yang lama, dia merencanakan dan menyusun plot libur kerja hingga memperoleh masa libur sampai 25 hari dalam setahun.

Bagi yang kerjanya full time, Anda tak perlu khawatir. Claudia Kaunang mengatakan, asalkan diri kita bisa mengatur akhir pekan, liburan bisa dirasakan. Penulis buku Dua Juta Keliling Thailand, Malaysia dan Singapura ini menyarankan supaya kita mengumpulkan masa cuti. “Dengan cuti yang terkumpul menjadi satu rangkaian, Anda akan mendapatkan hari libur yang lebih lama dari hari yang disediakan oleh perusahaan,” ujar wanita yang menetap di Singapura ini.

Sementara penulis buku Dua Jutaan Keliling Vietnam, Sihmanto, punya kiat yang lebih unik. Menurut dia, jalan-jalan harus dianggap sebagai pekerjaan utama, sebaliknya bekerja di kantor itu usaha sampingan. “Pola kita semestinya ditukar,” tegas dia.

Dengan pola hidup begitu, lanjut pria yang disapa Mantos ini, ia bisa cuti sesuai keinginan di saat kita sudah tidak ada pekerjaan. “Padahal saya juga pekerja kantoran loh yang jatah cutinya 12 hari,” katanya.

Agar Nyaman Keliling Dunia, Ini Tipsnya
Laporan wartawan KOMPAS.com Adi Dwijayadi
Senin, 11 Oktober 2010 | 00:13 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Bila Anda berencana jalan-jalan ke luar negeri, dianjurkan membawa yang ringan-ringan dan seperlunya saja. Ini penting untuk menekan biaya pada saat keberangkatan.
“Jika tidak ketemu, ya cuci pakai tangan. Saya kalau jalan-jalan lebih dari dua minggu, akan diusahakan ada hari khusus untuk cuci sendiri.”
— Trinity, penulis buku The Naked Traveller

Rini, penulis buku 3 Jutaan Keliling India dalam 8 Hari, mengaku hanya membawa barang seberat 7 kg dalam backpack-nya yang bisa memuat sampai 40 liter.

“Barang seperlunya saja yang kubawa untuk mengantisipasi additional charge pada sebagian maskapai penerbangan,” kata Rini ketika berbicara pada talkshow Travelling Asyik dengan Kocek Irit!, dalam Indonesia Book Fair 2010 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu ( 10/10/2010).

Selain membawa yang tidak berat-berat, dianjurkan untuk menyiapkan dua jenis backpack, yaitu tas gunung dan tas kecil. Menurut Sihmanto, tas gunung 45 liter cukup membawa barang yang diperlukan saja. “Beratnya 12 kg saja,” ujarnya.

Sihmanto yang juga pengarang buku Dua Jutaan Keliling Vietnam itu menambahkan, orang-orang biasanya menenteng bawaan yang lebih berat ketika kembali dari luar negeri. “Karena di sana teman-teman pasti akan membeli pakaian atau pernak-pernik khas yang bisa untuk dibagikan,” katanya.

“Selain tas gunung, kita perlu tas kecil. Fungsinya untuk menyimpan paspor, uang dan surat berharga,” imbuh Sismanto.

Soal mencuci baju di luar negeri, tak perlu khawatir. Laundry kiloan mudah ditemukan di sana. “Jika tidak ketemu, ya cuci pakai tangan. Saya kalau jalan-jalan lebih dari dua minggu, akan diusahakan ada hari khusus untuk cuci sendiri,” imbuh Trinity, penulis buku The Naked Traveller.

Perlu diingat, lanjut Trinity, ada hostel yang tidak membolehkan penghuninya cuci sendiri. “Untuk menyiasatinya, saya mencicil cuci pakaian per hari. Lalu, diangin-angini di atas kasur supaya pakaian cepat kering,” ungkap perempuan yang juga mengarang buku Duo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium ini.

Berbeda dengan penginapan di negara lain, pembiacara lain, Claudia Kaunang, pernah mencoba laundry gratis di salah satu hostel di Korea Selatan.

“Terserah berapa potong pakaian, tapi nanti setelah pakaian sudah kering tidak disetrika, loh dan saya nggak mempersoalkan hal itu,” ujar perempuan berkacamata yang pernah menjelajahi tiga negara ASEAN hanya dengan Rp 2 juta itu.

Dikutip dari sumber :

http://travel.kompas.com/read/2010/10/10/21105078/Mudahnya.Cari.Liburan.Panjang

http://travel.kompas.com/read/2010/10/11/00135983/Agar.Nyaman.Keliling.Dunia.Ini.Tipsnya


Responses

  1. mantap mas mantos.. salam dari e45.. hehe

  2. Yo’i . . . Victory..!!!

  3. kereeeennn😛

  4. makasihh . .🙂

  5. Mendidik bos, bisa masuk koran… Traveller itu rata2 lQ nya tinggi ya bos?

  6. Hahaha . . pasti boss, IQ infinity diperlukan saat kita invasi ke negara lain


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: