Oleh: mantostrip | Juli 1, 2010

Dalat to Nha Trang : Perjalanan berliku dan berselimut debu


Udara pagi yang dingin membuat saya enggan beranjak dari tempat tidur. Dengan teramat sangat terpaksa, sayapun keluar dari kamar untuk mengirup udara ppagi yang segar. Seusai sarapan dengan roti gabon prancis, telor dadar, secangkir nescafe dan ditutup pisang ambon, saya mengemasi backpack saya untuk check out. Bus dijadwalkan berangkan jam 12 siang, masih banyak waktu luang untuk menunggu. Harga tiket Bus ke Nha Trang adalah 5 USD, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 6 jam. Waktu masih pagi, saya menghabiskan waktu dengan membaca buku dan browsing internet. Jam 12.30 minibus menjemput saya dari hotel, telah banyak penumpang di dalam minibus tersebut. Kami di drop di Pick-up point, dipinggir jalan raya di pusat kota Dalat. Tak lama kemudian Bus yang kami tunggu datang, tampak serombongan turis asing turun dari bus membawa tas ransel selayaknya backpacker. Ternyata bus ini baru saja dari Nha Trang, dan sekarang mau berangkat lagi kesana membawa kami. Sebelum naik, bus terlebih dahulu dibersihkan. Teman saya hanya sekitar 16 orang, ada 2 orang cewek dari spanyol yang katanya berlibur 4 bulan disini, mengelilingi singapura, malaysia, thailand, kamboja dan sekarang di vietnam. Waktu 4 bulan hanya dihabiskan untuk jalan-jalan berkeliling asia tenggara, sungguh menyenangkan. Ada 2 orang dari macedonia, 1 dari austria, 1 dari thailand, 6 dari jepang, dan lainya saya tidak tahu. Dalat meskipun musim kemarau, udaranya tetap dingin. Hotel disini tidak ada yang memiliki AC. Rumah-rumah penduduk bergaya prancis, ada cerobong perapian di atap rumah. Bus tidak pernah menghidupkan AC yang dimilikinya. Jam 1 siang bus mulai berangkat meninggalkan Dalat yang dingin, menuju Kota Impian berikutnya. Nha Trang terkenal dengan pantainya yang indah, itulah kota pantai impian yang akan saya tuju.

Perjalanan keluar dari kota Dalat melewati perbukitan dengan jalan berkelok-kelok ditengah-tengah hutan pinus yang lebat. Jalanya cukup sempit, sehingga supir harus berhati-hati jika melewati belokan. Perjalanan semakin menegangkan dan mengasyikan ketika menyisir pegunungan yang tinggi. Disebelah kiri kokoh berdiri dinding kapur pegunungan, sedangkan di sebelah kanan jurang menganga sedalam ratusan meter. Bus berjalan menggunakan lajur kanan pula, begitu selip dari badan jalan, tamatlah riwayat kami. Jalanan ini masih tergolong baru, masih terlihat pembangunan di sisi kanan dan kiri jalan. Saya sungguh takjub melihat hamparan pegunungan yang sangat luas dan hijau sepanjang perjalanan. Ingin rasanya saya berhenti sejenak, turun, dan menghirup segarnya udara pegunungan dan menikmati indahnya panorama hijau yang terhampar luas. Inilah kekayaan yang di miliki oleh Vietnam, kekayaan alam yang melimpah di sederet pegunungan kapur. Dua pertiga perjalanan kami lewatkan dengan lika liku naik turun jalur pegunungan, tiba-tiba kondektur bus meminta semua penumpang menutup jendelanya. Saya mengira udara diluar sudah cukup panas, sehingga AC di dalam bus akan s egera dinyalakan. Ternyata dugaan saya salah, tiba-tiba bus menerjang jalan tak beraspal didepan sana, dan debu jalanan yang tebal pun seketika menutup pandangan didepan bus. Sebagian penumpang belum menutup jendelanya, debu pun masuk ke dalam bus, semua penumpang didalam bus berteriak untuk menutup jendela. Walaupun jendela telah tertutup semua, tetapi debu yang jumlahnya jutaan itu pun tetap bisa masuk ke dalam bus, sebagian besar penumpang pun terbatuk-batuk tak kuasa menahan sesak. Saya segera mengenakan slayer, sedangkan yang lainya ada yang menutup hidung dengan kaos yang mereka kenakan. Kami benar-benar seperti kembali ke jaman dulu, dimana belum ada jalanan ber-aspal. Rasanya pun sama seperti naik kuda, jalanan tak ber-aspal membuat bus bergoyang kekanan kekiri hebat karena jalan tidak rata, perjalanan menjadi sangat lambat. Tak hanya sebentar musibah ini berlangsung, hampir 1 jam perjalanan kami berselimut debu. Memang sedang ada proyek pelebaran jalan oleh pemerintah Vietnam, terlihat disamping kanan kiri jalan banyak alat berat. Mungkin pembangunan jalan ini akan selesai dalam 2 tahun kedepan. Jadi jika anda mengambil jalan ini untuk 1-2 tahun kedepan, selamat bermandi dengan debu jalanan. Satu jam perjalanan melewati jalan berdebu, kami sampai di perbatasan kota Nha Trang. Jam 5.30 sore kami sampai di pusat kota Nha Trang. Saya sangat beruntung, karena bus berhenti di jalan Nguyen Thien Tuat, dekat dengan Nha Trang Backpacker House yang akan saya tinggali.


Responses

  1. seru euy,,,,, baca ceritanya serasa menikmati sendiri ^_^

  2. thanx buat infonya. membantu sekali. sekarang saya dah di Nha Trang. sayang, saya nggak tau ada bus dari nha trang ke da nang, jadi lebih mahal deh kenanya. Belum kena charge dari hotel. hmmm…. btw, buat keliling nha trang pakai apa? kalo pakai ojek bayar berapa?

  3. Mbak ria, Wah kelihatanya telat niy aku balasnya . . .:) Keliling Nha Trang mendingan jalan kaki atau naik Bus Umum saja lebih santai dan nyaman . . .kalau naik ojek gk tau bayarnya berapa seharian

  4. Saya rencananya mau ke vietnam bulan mei nanti, mau nanya2 sedikit ya? Skrg lagi nyusun itinerary, tapi bingung sama alat transport. Kalau dari HCMC ke Nha Trang enaknya pakai kereta apa open tour bus? trus kira2 brp lama ya perjalanan dng masing2 transport itu? soalnya transport ini menentukan bgt utk booking hotelnya, biar ga telat/kecepatan datang. Thanks bgt ya..

  5. Tergantung sih, kalau pengen murah naik kereta pilihanya, cuman jam2 keberangkatanya kan gak sebanyak Bus. Perjalanan ke Nha Trang kira2 8 jam, sebaiknya naik bus tour aja lebih nyaman dan bisa tidur, pilih yang sleeper walau mahal😀

    Coba baca bukuku deh, ada keteranganya disitu kok

    salam,
    Mantos

  6. saya mau tanya: klo dari Nha Trang – Da Nang itu ada kereta gk y? kira2 brp harganya+brp lama? mohon infonya. terimakasih..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: