Oleh: mantostrip | Mei 28, 2010

Bertemu lagi dengan “Malaikat Tak Bersayap”



Ditengah keterasingan saya diantara jutaan manusia yang akan menyambut pesta kembang api pergantian tahun baru “TET” di pantai Nha Trang, pandangan saya tertuju pada dua sosok pasangan tua yang bercanda disampingku. Yang laki-laki kelihatan sudah berumur 70an, sedangkan yang perempuan kelihatan masih berumur 40an. Saya hanya tersenyum memandangi tingkah laku mereka yang lucu, mereka saling berfoto satu sama lain bergantian. Saling ejek dan bercanda dihadapanku. Sampai pada akhirnya si kakek tersenyum padaku, dan aku balas menyapanya. ”Where are you from sir….??? ”, dia jawab dari Australia. Sedangkan teman perempuanya itu merupakan warga asli Vietnam. Mereka bukan pasangan, melainkah hanya seorang teman lama. Namanya Mr Sidnry, dia dulu adalah seorang engineer. Dia tanya tentang pekerjaanku di Indonesia, saya jawab electrical engineer. Begitu mengetahui saya engineer, dia langsung mengajak saya ngobrol banyak tentang perkembangan teknologi masa kini. Dia bercerita bahwa dulu dia memiliki sebuah komputer yang sebesar lemari, televisi hanya berwarna hitam dan putih, sekarang semua sudah berubah begitu cepatnya. Dulu pesawat tidak ada perangkat elektronik untuk menghibur para penumpang, sekarang sudah ada televisi berwarna di depan bangku pesawat. Dulu digedung bertingkat, naik turun tangga manual, sekarang sudah menggunakan lift dan eskalator. Teknologi berkembang sangat cepat. Dia sekarang berusia  85 tahun, dengan kondisi fisik yang masih bagus. Dia bilang sudang pernah ke Jakarta, dimana transportasinya sangat ruwet. Dia pernah juga ke Balikpapan, Sulawesi, Bali, Solomon Island, dan juga Papua Nu Guine. Beginilah jika engineer bertemu dengan engineer, khayalan tingkat tinggi akan teknologi semakin menjadi-jadi. Dia mengatakan, bahasa indonesia itu sangat mudah di pelajari. Dia mengatakan ada seseorang yang memiliki keahlian untuk mempelajari bahasa asing, dari sekian banyak bahasa yang dia kuasai, dia mengatakan paling mudah belajar Bahasa Indonesia. Dan paling sulit adalah belajar bahasa  bahasa China. Teknologi semakin maju, suatu saat kita tidak perlu belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainya lagi. Kita hanya punya satu bahasa bawaan kita, bahasa asing akan diterjemahkan oleh mesin, kata dia berapi-api. Suatu saat dia yakin, dia ngomong dengan bahasa Australia dan saya ngomong dengan bahasa Indonesia, kita akan bisa mengerti satu sama lain. Bagaimana caranya..??, hanya perlu sebuah alat yang ditanam di telinga kita. Kita tinggal memilih bahasa apa yang akan kita translate,  jadi tidak perlu belajar bahasa asing lagi. Sungguh pemikiran masa depan yang luar biasa dari mantan engineer berusia 85 tahun. Tubuhnya yang sudah renta tidak mengurangi kecerdasan berfikirnya. Saya sungguh salut dan menikmati ngobrol selama kurang lebih 1 jam denganya. Sedangkan teman wanitanya entah pergi kemana meninggalkan kami yang terlihat asyik ngobrol. Dia adalah Backy, seorang wanita Vietnam yang berusia 45 tahun. Tubuhnya tinggi dan tegap, lebih tinggi dibanding standar perempuan Vietnam. Tak tau dari mana, dia kembali dan ikut nimbrung meramaikan suasana. Pembicaraan berganti tema, bukan lagi teknologi melainkan tema bebas. Dia bertanya rencanaku besok mau kemana, saya jawab mau pergi ke Danang City. Dia bertanya lagi, apakah saya sudah mempunyai tiket untuk pergi kesana. Saya jawab tidak, dan dengan raut muka seolah tidak percaya sambil mengerutkan dahi, dia bilang “ It’s terrible…”. Ini adalah malam tahun baru, dan besok adalah libur tahun baru, kamu tidak akan mendapatkan tiket kereta api ataupun bus ke Danang jika sekarang belum punya tiket, katanya penuh semangat. Saya hanya tertawa, sambil bilang “ Serious…??? “. Dia menegaskan kembali, sebaiknya sekarang juga saya mencari tiket bus ke Danang, karena dia yakin kalau tiket kereta api ke Danang sudah pasti HABIS terjual. Selanjutnya dia memberitahu saya agen bus terkenal yang bernama “Sinh Café”. Dia menjelaskan saya untuk pergi ke arah sana, belok kanan, dan tempatnya ada di kanan jalan. OK, saya akan kesana sekarang juga. Sampai disitulah saya, Mr Syndrey dan Mrs Backy saling berjabat tangan untuk berpisah. Belum jauh saya berjalan meninggalkan mereka, Mrs Backy menggandeng tangan saya dan mengantarkan saya ke Agen Bus tersebut. Sedangkan Mr Syndrey ditinggal sejenak, dan disuruh menunggu di sekitar tempat kami ngobrol tadi. Saya seperti memiliki ibu angkat yang menuntun jalan saya disini. Wajahnya keibuan, tegas dan sangat bersemangat. Walaupun   usianya 45 tahun, tetapi jalannya sangat cepat, saya sampai harus berlari-lari kecil mengimbangi langkah kakinya yang sangat cepat. Saya Tanya ke dia “Are you athlete..??”, dia jawab hanya berlatih setiap hari, berlari mengelilingi taman sebanyak 10 kali setiap pagi. Agen Bus berada cukup jauh dari tempat kami nongrong tadi, perlu waktu 10 menit berjalan kaki dengan kecepatan penuh. Sesampainya di Agen Bus, dia membantuku untuk menanyakan tiket ke Danang City. Beruntung sekali diriku, tiket ke Danang hanya tersisa 1 tempat duduk. Sleeper Bus dengan harga 450.000,- VND. Sekitar 250.000  rupiah. Harga tiket naik hampir 2,5 kali lipat harga biasanya di liburan tahun baru ini. Saya berfikir 10x mau mengambilnya, tetapi jika tidak mengambilnya saya juga belum tentu dapat tiket bus yang lebih murah keesokan harinya. Mrs Backy menunggu jawabanku, apakah mau mengambil atau tidak, saya merasa bersalah jika tidak mengambilnya, karena dia sudah jauh-jauh mengantarkan saya kesini. OK, akhirnya saya mengambilnya. Saya percaya dengan Mrs Backy yang merupakan orang Vietnam asli, dan pasti sudah tau kondisi transportasi di liburan tahun baru. Terima kasih Mrs Backy, engkau bagaikan ”Malaikat Tak Bersayap” yang telah menuntun jalanku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: