Oleh: mantostrip | Mei 18, 2010

Nikmatnya Tidur di Airport HCMC



Foto : Terminal Domestik Saigon (Tan Son Nhat)

Perjalanan di Vietnam saya awali dari Selatan menuju ke Utara. Menyusuri semua Kota Wisata mulai dari Ho Chi Minh City sampai Sa Pa di perbatasan Vietnam dengan China. Saya memilih penerbangan langsung dari Jakarta ke Saigon dengan pesawat Air Asia tarif economy promo. Booking tiket sebulan sebelum keberangkatan, saya mendapatkan harga yang cukup murah, yaitu Rp 494.000,- (sudah termasuk bagasi 15 kg). Berangkat dari Jakarta tanggal 10 Februari 2010 dan rencana kembali ke Jakarta pada tanggal 24 Februari 2010. Tinggal di Bekasi, saya memilih naik angkutan umum Airport Bus dari Bekasi ke Terminal 2 Bandar Udara Soekarno Hatta. Perjalanan dari bekasi memakan waktu kurang lebih 1 jam, jika kondisi jalan tidak macet. Pesawat terbang dari Jakarta pukul 16.35 jika sesuai jadwal di tiket. Tetapi pagi sebelum keberangkatan, saya mendapatkan pemberitahuan akan penundaan keberangkatan dari pihak maskapai. Inilah ujian pertama saya, dengan penundaan selama 2 jam maka saya akan tiba di Ho Chi Minh City sekitar jam 10 malam. Sudah tidak ada Airport Bus dari Bandara Saigon ke Pusat Kota karena Airport Bus paling akhir pada jam 8 malam. Saya berencana akan menginap di Yellow House Hotel di pusat kota Ho Chi Minh setelah sampai disana. Saya akan mamilih Dormitory yang tarifnya lumayan murah, yaitu 5 USD/malam. Tetapi sekali lagi keadaan membuat saya harus berfikir dan merubah itinerary yang masih hangat ini. Pesawat berangkat sekitar jam 18.30 WIB, sehingga sampai di Saigon sekitar pukul 21.30 tanpa perbedaan waktu dengan jakarta. Begitu sampai di bandara Tan Son Nhat Saigon, saya memutuskan untuk menginap di Airport saja. Karena jika saya menggunakan Taksi ke pusat kota sendirian bisa menghabiskan uang 200.000 VND (setara dengan 100.000 rupiah). Padahal jika kita menggunakan Airport Bus, hanya membayar 3.000 VND (setara dengan 1.500 rupiah). Perbandinganya sangat amat jauh sekali bukan ..???!!!. Transportasi dari Saigon Airport ke Pusat Kota hanya ada 3 pilihan sebagai berikut,

  1. Airport Bus : Berada di Depan Domestic Terminal (200 meter dari International Terminal) yang beroperasi mulai jam 7 AM – 8 PM. Nomor bus 152 yang berakhir di Terminal Ben Than, persis diseberang Ben Than Market. Bus ini juga melewati Pham Ngu Lao St, dimana disepanjang jalan ini adalah pusatnya backpacker di Ho Chi Minh City. Banyak sekali Hostel murah disekitar jalan ini, ditandai dengan padatnya lalu lintas dan banyaknya turis barat bersliweran disepanjang jalan. Tarif murah meriah, hanya VND 3.000,- yang setara dengan Rp 1.500,-. Sangat murah karena transportasi ini milik negara, atau jika di Indonesia adalah Bus Damri. Bus melintas di Airport sekitar ½ jam sekali, hanya berhenti selama kurang dari 10 menit di depan Domestic Terminal.
  2. Taksi : Pilihan cepat dan mudah adalah menggunakan jasa taksi, tetapi jatuhnya akan mahal. Jika sendirian akan terasa sangat mahal, tetapi jika rombongan atau gabung dengan orang lain akan menjadi lebih murah jatuhnya per orang. Taksi berada disepanjang pintu keluar bandara, tinggal memilih saja sesuka kita. Taksi yang direkomendasikan adalah Mai Linh Taxi, yang terkenal dengan pelayananya yang bagus, tetapi tarifnya agak lebih malah. Mungkin sebanding dengan Blue Bird di indonesia. Taksi Mai Linh ada di sepanjang Kota Wisata Vietnam mulai dari selatan hingga utara. Taksi ini meliliki warna putih strip hijau di bawah, dan tulisan Mai Linh berwana hijau di lambung Taksi. Alternatif lainya di Ho Chi Minh adalah Vinasun Taxi, yang mungkin lebih murah daripada Mai Linh.
  3. Ojek : Pilihan ketiga dalah Ojek sepeda motor yang berada di luar area bandara. Cukup berjalan 1 km ke jalan raya, dipinggir jalan dekat perempatan pasti ada tukang ojek yang nongrong dan baik hati menawarkan jasanya. Vietnam merupakan negara yang banyak memiliki tukang Ojek mulai vietnam selatan hingga vietnam utara. Menggunakan jasa Ojek akan lebih murah daripada Taksi, mungkin bisa separohnya. Jika berpergian sendiri, tidak ada salahnya mencoba armada ini. Tawar menawar adalah kuncinya, jika anda tidak malas menawar pasti akan mendapatkan harga yang bagus. Tapi tidak semua tukang ojek bisa bahasa inggris, sebagian besar tidak bisa

Mencari tempat tidur yang nyaman di bandara ternyata susah juga. Saya 3 kali harus berpindah tempat, sampai pada akhirnya menemukan tempat yang sunyi, nyaman dan tanpa gangguan. Sebelumnya saya tidur di ruang tunggu kedatangan, banyak sekali orang disana, sehingga berisik dan saya tidak bisa tidur.Saya memperhatikan layar informasi keberangkatan dan kedatangan pesawat yang terpampang di layar monitor ruang tunggu tersebut. Saya berharap ada penerbangan internasional dini hari atau pagi hari, sehingga saya bisa masuk ke ruangan check in dan berpura-pura menunggu pesawat. Ternyata benar, ada penerbangan sampai jam 4 pagi. Setidaknya saya bisa pura-pura menunggu sampai jam 4 pagi, habis itu bangun dan pura-pura menunggu penerbangan paginya lagi. Bandara Saigon tidak seperti Soekarno Hatta, dimana setiap masuk ruang keberangkatan tidak dilakukan pemeriksaan tiket dan bagasi. Di Saigon siapapun bisa bebas keluar masuk ruang check-in tanpa harus membawa tiket pesawat dan melewati pemeriksaan bagasi. Beruntung sekali saya bisa masuk ruangan check in, dan berpura-pura menunggu penerbangan untuk keesokan harinya dengan tidur pulas di bangku dengan posisi terlentang. Bangun jam 4 pagi sesuai rencana, ruangan remang-remang dan tidak ada satu orang pun yang berada bersama saya untuk menunggu pesawat. Waktu yang tepat untuk melanjutkan tidur yang belum puas, sampai suara sepatu yang mengetok ubin membangunkan saya. Ada satu dua orang datang dan duduk di seberang bangku yang saya tempati. Segar rasanya membasuh muka degan air, menggosok gigi, dan merapikan rambut dengan sisir mungil. Lalu melangkahkan kaki selayaknya orang lain yang akan bergegas check in untuk penerbangan pagi. Tetapi kakiku bukan menuju ke meja check-in, melainkan melangkah meninggalkan ruangan dan menuju Domestic Terminal. Jam 7 pagi lebih Bus Kota Nomor 152 terlihat parkir didepan Bandara, bergegas mempercepat langkah untuk menggapainya. Menuju ke pusat kota Ho Chi Minh City


Responses

  1. tks for your info


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: