Oleh: mantostrip | Januari 16, 2010

Bangkok-Nong Khai : Gara2 “Pocong”, penumpang satu gerbong bangun semua


Perjalanan Kereta Api dari Bangkok – Nong Khai

Kejadian mengerikan saya alami ketika saya sedang dalam perjalanan dari Bangkok ke Nong Khai, dimana selanjutnya saya akan menuju ke negara Laos. “Pocong” adalah setan Indonesia yang sangat mengerikan wujudnya, dan sebagian besar orang pasti akan berteriak ketakutan jika bertemu dengan makluk halus tersebut. Saya berangkat dari stasiun Hua Lamphong Bangkok pukul 17.30 menggunakan Kereta Api kelas Duduk ber-AC. Saya duduk di bangku paling depan dekat dengan pintu gerbong, disamping teman saya Chimot. Bangku digerbong tersebut memiliki susunan yang aneh, dimana seluruh bangku disebalah kanan pintu gerbong menghadap seluruh bangku di sebelah kiri pintu gerbong. Dan kebetulan saya berada tepat di depan dekat pintu dan posisi saya berhadapan dengan separuh penumpang  di gerbong tersebut. Jadi saya seperti seorang pembicara yang menghadap ke Audience. Kereta dari Bangkok belum seberapa penuh, sayapun sempat pindah2 bangku mencari posisi yang enak. Sampai di tengah2 perjalanan dan saya sudah tertidur tiba2 saya dibangunkan untuk kembali ke bangku saya semula, karena bangku yang saat ini saya tempati mau ditempati penumpang yang baru saja masuk kereta. Saya pun beranjak kembali ke tempat duduk saya disamping teman saya chimot. Sementara dua orang teman saya duduk di bangku belakang saya.

Perjalanan malam yang panjang semakin membuat mata saya mengantuk. Semakin malam gerbong kereta juga semakin penuh dengan penumpang. Udara dingin AC pun semakin membuat badan ini menggigil kedinginan. Baru kali ini saya merasa seperti didalam Lemari Es. Untung saja semua penumpang diberikan Selimut putih bersih dan tebal yang cukup untuk menghangatkan tubuh kami. Lewat jam 10 malam , lampu digerbong kereta dimatikan dan diganti dengan lampu tidur yang membuat gerbong nampak remang2. Karena begitu dinginnya udara digerbong itu, maka semua penumpang didepan saya pun menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut masing2. Pemandangan di kegelapan malam pun hanya seonggok bentuk menyerupai pocongan yang berjajar di bangku kereta. Dalam pandanganku mataku yang mulai mengantuk, dan menuju ke alam mimpi. Sedikit demi sedikit bayangan2 yang tertangkap dimataku saat menjelang tidurku pun terbawa ke alam mimpiku.

Dalam mimpi, saya merasa berada di sebuah stasiun kereta api yang luas. Dan waktu itu saya sedang menanti kereta yang akan saya naiki. Tiba2 ada sesosok bayangan putih menyerupai “Pocongan” muncul dihadapan saya ditengah2 kerumunan orang. Saya mencoba berlari meninggalkan tempat itu, dan bayangan putih itu pun terus mengikuti saya dan semakin banyak jumlahnya. Pada akhirnya saya berteriak sekencang kencangnya….

“Ooooooooooooooww…………”

“Huuuuaaaaaaaa……….aaaaoooooowwwww……”

“Aaaaaaaaaaaaaaarrggggh…………………..”

Sambil terus berlari ketakutan dikejar sosok “Pocongan” tersebut. Sampai pada akhirnya entah dimana saya, pocongan itu tidak lagi tampak mengejar ngejar saya. Setelah beberapa lama, Saya terbangun dengan santainya dan melihat didepan saya banyak sekali orang2 yang berselimut putih. Saya sama sekali tidak merasa bersalah waktu itu, karena saya telah melupakan mimpi saya semalam. Jam 4 pagi kereta sudah hampir tiba di Stasiun Nong Khai, perbatasan dengan negara Laos. Saya beserta teman2 pun bergegas turun dari kereta dan meninggalkan stasiun menuju terminal Bus untuk meneruskan perjalanan ke Laos. Sambil berjalan santai, teman saya Ervan tiba2 bertanya kepada saya seperti ini,

” Koen mau bengi ngimpi opo tos..?? “, (kamu tadi malam mimpi apa tos) tanya Ervan

” Ngimpi opo..?? emang kenopo..?? “, (Ngimpi apa..??, emang kenapa) jawabku

” Koen bengok2 banter banget mau bengi…..hehe….koen ngimpi opo lho..??”, (kamu teriak2 keras sekali tadi malam, kamu mimpi apa ?) tanya Ervan lagi

” Opoo……aku bengok2 banter….sing genah wae jeeh? “, (Apa…aku teriak2 keras, yang benar aja?), sangkalku

” Haha..iyo koen njerit2 gak karuan mau bengi coy”, (iya..kamu teriak2 tidak karuan tadi malam tos), sahut Chimot

” Jiang#$%^&*……masa toh, aku ngimpi pocongan mau bengi..”, (Haa…aku mimpi pocongan tadi malam) jawabku

” Koen bengok2 sampai penumpang sak gerbong tangi kabeh coy…hahaha”, (kamu teriak2 sampai penumpang satu gerbong terbangun semua coy), kata Chimot sambil tertawa

“Tenane…….Huahahahaha…………”, saya tertawa sambil tidak percaya kalau itu benar2 terjadi

Dan sejak saat itulah baru saya sadari kalau teriakan2 saya dialam mimpi itu ternyata kejadian pula dialam nyata. Bayangan putih yang berada dihadapan saya ternyata telah masuk ke alam bawah sadar saya dan masuk lebih dalam lagi ke alam mimpi saya dan berubah menjadi sesosok “Pocongan” yang menakutkan. Dan menurut pengakuan teman saya Chimot yang kebetulan duduk disamping saya, semua penumpang digerbong tersebut sampai terbangun semua dan memandangi saya yang sedang berteriak ketakutan. Dan lebih parahnya lagi, saya tidak hanya sekali berteriak, tetapi berkali2. Saya sempat dibangunkan oleh Chimot sekali, dan seketika saya berhenti teriak. Tetapi selang beberapa menit lagi saya berteriak kencang lagi. Sungguh kejadian yang paling memalukan sepanjang perjalanan backpacker saya, dan sama sekali tidak saya sadari😀.

Cerita dari orang ketiga (Chimot), silahkan di Klik di sini : http://engineear.net/2010/01/06/funny-stories/


Responses

  1. walaaa, ternyata awakmu yo iso mengigau tos😀

  2. Mantos juga manusia miirr…..

  3. Hey! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be ok. I’m absolutely enjoying
    your blog and look forward to new updates.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: