Oleh: mantostrip | Januari 10, 2010

Bangkok : Malem Mingguan di Suan Lum Night Bazaar


Suan Lum Night Bazaar (26 Desember 2009)

Suan Lum Night Bazaar merupakan tempat yang wajib di kunjungi saat anda berkunjung ke Bangkok. Tempat ini merupakan salah satu pusat keramaian di kota bangkok, terutama di malam minggu. Pertunjukan Live Music dan Layar Lebar siaran live Liga Inggris  merupakan pelengkap kemeriahan sambil menikmati aneka makanan khas thailand yang menggugah selera. Area Suan Lum Night Bazaar cukup luas, terbagi menjadi beberapa blok yang memberikan suguhan yang berbeda. Ada kafe dan karaoke terbuka, ada pasar souvenir, dan tempat wisata kuliner diiringi live music. Malem minggu di kota Bangkok merupakan malam yang sangat panjang dan sangat hidup. Wisatawan mancanegara memadati hampir semua kafe elit sampai kafe jalanan hanya untuk minum2 dan bersantai menghabiskan malam. Karena saya bukan pemabuk dan tidak biasa minum minuman beralkohol, maka saya dan teman2 selalu melewatkannya di tempat kuliner Suan Lum Night Bazaar itu. Tempat ini sangat mudah untuk di kunjungi, silahkan naik MRT dan turun di stasiun Lumphini. Keluar dari stasiun, anda langsung menemukan pintu masuk Suan Lum Night Bazaar.

Karena sudah lapar, saya dan teman2 langsung menuju ke tempat kuliner dan memesan makanan yang kami inginkan. Bagi muslim mungkin cukup sulit menentukan pilihan makanannya, karena kebanyakan setiap kedai menjual daging babi. Karena memang tidak ada yang memasang label halal, saya pun memilih makanan yang tidak mengandung danging babi. Harganya lumayan cukup mahal dibanding dengan harga di luar area, nasi goreng telor seharga 15 ribu rupiah. Satu hal yang unik dari tempat ini adalah sistem pembayaranya. Setiap pengunjung wajib menukarkan uangnya dengan kupon di loket penukaran kupon. dari uang yang kita tukarkan, kita akan mendapatkan kupon dengan lembaran 10 baht dan 5 baht sesuai dengan nilai uang yang kita tukar tadi. Nah dengan kupon tersebut kita bertransaksi dengan setiap penjual makanan di kedai2 makanan yang berada di tempat tersebut, unik bukan?. Penjualpun tidak ada yang mau menerima pembayaran secara cash, walaupun tidak diawasi oleh petugas. Dengan sistem itu mungkin pengelola dapat menentukan omset dan mempermudah perhitungan setoran bagi masing2 penjual, itu hanya perkiraaan saya saja dan kebenaranya saya kurang tau.

Sampai jam 10 malam saya menghabiskan waktu di tempat ini hanya untuk makan, dengerin music, nonton bola dan ngobrol bersama teman2. Jam 11 malam MRT sudah tidak beroperasi lagi, sehingga saya harus segera cabut dari tempat ini. Pesan saya cuman satu, jika anda beekunjung ke Bangkok wajib hukumnya mengunjungi tempat ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: