Oleh: mantostrip | Januari 7, 2010

Pnom Pehn Night Market : Mulai dari Kuliner, Souvenir & Live Music


Pnom Penh Night Market (20/12/2009)

Kalau di Bangkok ada Suan Lum Night Bazaar, di Pnom Penh ada juga Pnom Penh Night Market. Konsepnya hampir sama, disana terdapat beberapa blok yang terdiri dari tempat kuliner, warung souvenir, dan panggung live music. Terletak di dekatnya Wat Pnom, tepatnya di street 13, persis di seberang dan menghadap Sap River. Night market mulai buka pukul 4 sore, berbagai macam kuliner khas Pnom Penh tersedia disini. Asyiknya lagi, duduknya lesehan beralaskan tikar. Kita tinggal pesan ke warung makanan disekitar kita, dan makanan akan diantar di tempat duduk kita. Kalaupun hanya duduk2 dan tidak memesan makananpun tidak dikenakan biaya.

Mulai jam 5 sore kami sudah berada di tempat ini, walaupun tidak sengaja ternyata kami masuk melalui pintu belakang. Begitu masuk ke lokasi, saya disuguhi kedai dadakan penjaja makanan yang mengelilingi area terbuka yang beralaskan tikar. Aroma makanan pun menyerebab ke hidung, tak kuasa perut ini menahan godaan ini. kami memutuskan untuk segera mencicipi masakan khas Pnom Penh yang beraneka ragam. Makanan yang dijajakan diantaranya adalah mie goreng, mie rebus, daging babi, daging ayam, seafood, sosis, dan juga telor. Ada pula penjual minuman berupa jus buah dan soft drink. Perlu digaris bawahi bahwa disini tidak tersedia nasi putih, makanan yang terberat adalah mie dan soup. Kami memilih menu yang mendekati “HALAL”, karena kalau harus mencari menu yang benar2 bebas dari minyak babi atau daging babi bisa-bisa kita tidak akan pernah menikmati rasa khas masakan sini.

Kami memilih Mie goreng with egg, yaitu mie goreng yang dicampur sayuran dan ditambahkan telor ceplok setengah matang diatasnya. Harganya cukup murah, hanya sekitar 8000 rupiah, murah bukan ??. Tidak cukup sampai disitu, saya penasaran dengan makanan yang menyerupai lemper atau risol yang tertata rapi diantara makanan yang lain. Saya mencoba tanya kepada penjualnya, ternyata ada 2 macam isi dari lemper risol tersebut. Yang satu berisi daging babi, yang satunya lagi berisi udang. Hmmm….semakin penasaran aja, akhirnya kami order 4 buah risol isi udang. Saya menyangka risol yang kulitnya masih putih itu akan di goreng terlebih dahulu, ternyata tidak. Begitu kami memesannya, penjual langsung mengambilkan untuk kami dan menyajikanya dengan sebuah mangkuk kecil yang berisi “cocoran”, atau yaitu air yang berisi bumbu untuk melumasi risol tersebut sebelum dimakan. Isi dari risol tersebut ternyata juga bukan sepenuhnya udang, melainkan ada bihun putih yang telah direbus, sayuran mentah, dan udang. Bumbunya cocoranya pedas sedikit manis, asam dan asin, lengkap bukan. Rasanya….hmmmm mak nyusss, kalau pak bondan bilang. Kalau anda sampai ke pnom penh, wajib hukumnya merasakan makanan ini. Harganya juga lumayan murah, sekita 3000 rupiah.

Night market selain memanjakan pengunjung dengan kuliner setempat, juga memberikan pengunjung kesempatan untuk belanja Souvenir. Pengunjung dijamin puas dengan aneka souvenir yang dijual disini, mulai dari kaos, handycraft, ukiran sampai perhiasan wanita bisa ditemukan disini. Tepat ditengah area Nigh Market terdapat panggung yang menyajikan hiburan Live Music dari artis lokal setempat. Saya tidak tau apakah setiap hari seperti ini atau hanya ada pada saat event2 tertentu, yang jelas pengunjung dibuat sangat terhibur dengan tontonan ini. Yang lucu disini ada obralan “Nomor Cantik” untuk kartu seluler perdana. Persis seperti abang2 yang obral kaos di pasar indonesia yang teriak2 menawarkan daganganya sampai “ngecowos”. So. . .jangan pernah lewatkan Night Market jika anda berkunjung di Pnom Penh, dijamin anda akan menyesal jika melewatkannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: