Oleh: mantostrip | Juli 16, 2009

Gede : Berburu nasi uduk di puncak


Gunung Gede 08 -09 September 2007

Gunung Gede merupakan gunung yang paling populer di jawa barat. Gunung Gede terletak di kabupaten Cianjur Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2958 mdpl. Gunung ini sangat poluper karena dekat dengan ibukota jakarta dan bandung yang padat penduduk dan sibuk dengan pekerjaan. Pendakian gunung Gede dapat dilakukan melalui 3 jalur, yaitu jalur Cibodas, jalur Salabintana dan jalur Gunung Putri. Gunung ini merupakan gunung yang paling padat pendakian sampai jumlah pendaki tiap haripun dibatasi. Jumlah pendaki dibatasi sebanyak 600 orang per hari dengan komposisi 300 dari Cibodas, 200 dari Gunung Putri dan 100 dari Salabintana. Pendaki diwajibkan melakukan pendaftaran minimal 3 hari sebelum pendakian dan maksimal 30 hari sebelum pendakian. Jumlah anggota dalam satu rombongan pendaki minimal 3 orang, jadi jangan harap bisa mendaki sendirian atau berdua disini. Karena begitu padatnya jalur pendakian ake Gunung ini, setiap bulan agustus dan bulan desember sampai maret biasanya Tanam Nasional Gunung Gede Pangrango menutup jalur pendakian untuk mengembalikan kelestarian ekosistem. Pendakian kali ini kami lakukan ber-6 yaitu Saya,Edo,Agus,Ervan,Son,Hadid. Kami melkukan proses registrasi sebulan sebelum pendakian di mulai. Biaya registrasi sebesar 12 ribu rupiah per orang, lumayan mahal kan. Memang gunung ini adalah gunung termahal yang pernah aku daki. Pendakian kami lakukan melalui jalur Cibodas an turun di jalur Gunung Putri.

Perjalanan Bekasi – Cibodas

Gede 1Perjalanan kami awali dari markas besar kami di bekasi mulai pukul 8 pagi. Dari bekasi kami naik bus mayasari bakti jurusan Kampung Rambutan yang bernomor 9B. Perjalanan selama 45 menit akhirnya kami sampai di terminal Kampung Rambutan. Di terminal Kampung Rambutan kami mencari pangkalan bus antar kota dalam provinsi jurusan kampung Rambutan – Cianjur via Cibodas. Setelah beberapa menit kami tidak juga menemukan trayek tersebut, akhirnya kami naik bus jurusan Cianjur. Perjalanan panjang menuju Cianjur kami lewatkan selama kurang lebih 3 jam karena jalanan yang macet dan panjang. Sampai di terminal Cibodas kami segera mencari bus jurusan puncak yang lewat Cipanas. Ternyata tidak ada angkot yang malayani trayek langsung ke Cibodas. Kami harus naik angkot sekali dan turun di tengah kota cianjur untuk kemudian ganti angkot jurusan Cipanas. Sebenarnya angkot tersebut hanya sampai di Cipanas dan tidak sampai ke Cibodas, tetapi kami membayar lebih untuk mengantarkan kami sampai di pertigaan depan Pos pendakian Cobodas. Sampai di pos pendakian kurang lebih pukul 1 siang, kami segera menunaikan ibadah sholat di dekat pos pendakian. Setelah semua persiapan selesai, kami segera melakukan pendakian.

Cibodas – Mata Air Panas – Kandang Badak

Gede3Perjalanan pertama kami mulai dengan jalan aspal melewati samping Kebun Raya Cibodas. Sampai di gerbang pendakian memasuki hutan kami melapor ke petugas TNGP untuk menunjukkan tiket yang sudah kami beli sebelumnya. Selanjutnya kami melewati jalur bebatuan yang sudah tertata rapi dan lebar. Jalur ini merupakan jalur menuju Air Terjun Cibereum yang juga merupakan tempat wisata favorit bagi anak muda. Perjalanan menanjak melewati bebatuan yang sudah tertata kami lewati sepanjang perjalanan. Hutan di gunung ini merupakan hutan hujan tropis yang sangat lebat dan rimbun sehingga sepanjang perjalanan kita akan terlindung dari sinar matahari. Mendaki gunung ini serasa mendaki sebuah Candi yang sudah ada undak-undakanya. Setelah 2 jam perjalanan kami sampai di mata air panas. Kami pun menyempatkan untuk bermain air yang hangat dan berfoto2 di sini. Air panas disini benar2 bersih dan bebas dari belerang sehingga aman di guankan untuk mencuci tangan dan membasuh muka. Stelah puas menikmati hangatnya mata air ini, kami segera melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya yaitu Kandang Badak. Lagi2 trek yang kami lalui adlah bebatuan yang sudah benar2 tertata dan di siapkan sebagai jalur pendakian. Satu jam perjalanan dari mata air panas akhirnya kami sampai di Pos Kandang Badak. Pos kandang badak merupakan tempat yang biasa dibuat camping para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Gede atau ke Gunung Pangrango. Pos ini cukup luas dan terletak di tengah2 hutan sehingga terlindung dari terpaan angin. Selain itu terdapat sumber air bersih yang melimpah di pos ini. Kami segera mencari tempat untuk mendirikan tenda dan menginap disini. Setelah mendirikan tenda, kami menyiapkan makan malam sederhana dan minuman hangat. Tak lupa saya membuat api unggun untuk menghangatkan bdan kami dari kedinginan. Empat orang tidur di dalam tenda, sedangkan saya dan edo sengaja tidur di luar karena tenda cukup sempit untuk 6 orang. Lagi enak2nya tidur tiba2 gerimis datang, saya dan edo pun terbangun dan segera masuk ke tenda. Tenda yang tadinya longgar sekarang menjadi kandang babi yang umpek-umpekan tidak karuan. Alarm kami seting jam 1 pagi untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Gak tau kenapa, ternyata alarm yang di seting tidak berbunyi dan kami terbangun terlambat 1 jam karena suara pendaki lain. Jam 2 kami segera merapikan tenda dan packing tas untuk melanjutkan perjalanan ke puncak.

Kandang Badak – Pertigaan Gede Pangrango – Puncak

Gede5Perjalanan malam kami lewati bersama untuk menjemput sunrise yang kami impikan. Setengah jam perjalanan kami sampai di pertigaan yang mengarah ke Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Untuk ke gunung gede kita harus mengambil arah kiri sedangkan untuk ke Pangrango kita ambil arah kanan. Setelah satu jam perjalanan, kami dihadapkan dengan tanjakan yang sangat terjal yang sering di sebut sebagai tanjakan setan. Untuk mendaki kita harus memegang tali tembaga yang sudah di sediakan di sepanjang jalur. Tanjakan ini kami lalui selama setengah jam. Setelah melewati tanjakan setan, kami melewati hutan perdu yang mengindikasikan bahwa puncak sudah dekat. Dari sini juga sudah tercium bau belerang dari kawah gunung gede yang masih mengeluarkan sedikit asap. Kami bergegas mempercepat langkah kaki untuk segera mencapai puncak. Akhirnya kami mencapai punggungan puncak gunung Gede yang berupa tanah berpasir. Angin kencang menerpa kami dari arah kiri karena areanya yang terbuka dan tidak terhalang apapun. Kami sempat berhenti di sela2 bebatuan untuk berlindung dari terpaan angin. Saya dan hadid pun membuka mie instant untuk mengisi perut yang sangat lapar dan melilit. Sementara Son dan Edo telah jauh meninggalkan kami. Setengah jam kami melewati punggungan puncak ini akhirnya sampai di titik triangulasi yang ditanda dengan tugu pendek. Puncak dari gunung gede ini maih di tumbuhi tanaman perdu dan edelweis. Banyak pendaki yang berkemah di puncak ini dan memanfaatkan tempat di sela2 tanaman perdu. Tidak sia2 perjuangan kami, tak lama kemudian kami dihadiahi dengan Sunrise yang indah dari ufuk timur. Segera kami berpose untuk mengabadikan pencapaian yang indah ini.

Gede6

Nasi uduk termahal dan ter-Nikmat

Pemandangan di puncak gunung Gede ini cangat indah walau Viewnya hanya 180 derajat. Di sebelah barat laut berdiri kokoh gunung Pangrango sedangkan di timur jauh terlihat Gunung Ciremai. Sejenak kami menghangatkan tubuh dengan sinar matahari yang menyinari kami. Di sela2 kesibukan kami berfoto ria, terdengar suara penjual nasi uduk tak jauh dari kami. Ini gunung atau pasar sih, kok ada yang jualan nasi uduk..???, bergumam sendiri. Jauh2 ke puncak gunung Gede hanya untuk menjual Nasi Uduk, benar2 perjuangan hidup yang patut di acungi jempol. Setelah kami menanya harga, ternyata sangat mahal. Nasi uduk secentong lauk terlu dadar seiris dan sambal bawang harganya 7000 rupiah. Kalau di bekasi harganya cuman 2500 rupiah, pikirku ngambil untungnya banyak banget niy penjual. Kami pikir2 wajar lah mahal, perjuangan membawa nasi uduk dari bawah ke puncak emang gratis. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli 3 bungkus nasi uduk dibagi ber-6. Hmmm…..gak tau kenapa rasanya sungguh nikmat, mungkin memang laper atau tidak ada yang lain ya😀. Setelah kenyang sarapan pagi, kami segera berkemas untuk turun melalui jalur Gunung Putri. Kami menuruni puncak melalui hutan perdu yang mengarah ke Alun-alun Suryakencana. Kami berhenti sejenak untuk menikmati suasana di Alun2 Suryakencana yang terkenal ini. Alun2 ini berupa padang sabana yang sangat luas dan datar. Banyak sekali pendaki berkemah disini sebelum melanjutkan perjalanan ke Puncak. Alun2 ini merupakan Pos terakhir dari jalur Gunung Putri untuk menuju puncak. Disini terdapat sumber air berupa sumur, untuk mendapatkan airnya kita harus menimba. Setelah setengah jam kami istirahat disini, kami melanjutkan perjalanan turun dengan mengambil arah ke kiri menuju jalur Gunung Putri. Seperempat jam perjalanan menyusuri sabana, akhirnya kami sampai di batas hutan. Trek sepanjang perjalanan turun cukup curam melewai hutan lebat. Trek tidak seperti jalur cibodas yang berupa bebatuan tertata rapi melainkan tanah yang berdebu. Perjalanan turun drastis sangat mempersingkat waktu turun. Hanya dalam waktu 3 jam kami sudah sampai di batas ladang penduduk. Di tengah ladang penduduk terdapat warung yang menyediakan minuman dan girengan hangat. Kami menyempatkan mampir sejenak untuk menikmati tempe goreng dan teh hangat disini. Saya, Edo dan Son sampai duluan di Pos pendakian Gunung Putri. Kami mencoba lapor ke pos tetapi kami malah sempat ricuh dengan petugas pos yang mengira kami meninggalkan teman kami ber-3 di belakang. Dengan cueknya kami segera turun dan mencari masjid untuk membersihkan diri. Akhirnya kami bertemu di Cipanas dan melanjtkan perjalanan pulang ke Bekasi. Dari Cipanas kami naik bus jurusan Bogor dan selanjutnya dari Bogor oper bis jurusan Bekasi Timur. Dari bekasi timur kami naik angkot ke Bekasi Barat, sampailah kami ke Markas besar kami.

Gede9

Gede7Gede8

Gede10


Responses

  1. hehehe, kebalian sama gue naik dari putri turun dari cibodas.

  2. Kalau turun ke cibodas kasihan kakinya bung….bebatuan semua, apalagi kalau hujan…bisa kepleset😀

  3. plh mantap kalau sdh lewat tanjakan setan..gn putri…

  4. Tanjakan setan yang mana mbak annie…??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: