Oleh: mantostrip | Maret 13, 2009

Yogyakarta 2: Candi Borobudur


Jalan2 di Djogja (7 – 8 – 9 maret 2009)

Menyambung cerita sebelumnnya, dimana kami ber-5 (AKu,Ervan,Son, Edo, Hadis) terlah bertemu di Metro Guest Hotel sekitar jam 9 malam 7 maret 2009. Dalam suasana santai, kami berlima jalan2 di dekat hotel sekedar mencari santapan malam karena seharian telah berkelahi dengan waktu dan jalanan. Sate Madura, agak aneh juga kalau di logika knp kita jauh2 di Jogja pilihan makanannya adalah Sate Madura, yah mungkin karena otak sudah males berfikir dan kaki sudah males untuk cari tempat makan yang agak jauh ya gk ada pilihan lain kecuali yang terdekat dari hotel. Makan malam usai, kita kembali ke jotel dan merencanakan agenda keesokan hari. Kami berencana ke Candi Borobudur, Yaitu Candi Budha terbesar se Asia tenggara (mkn juga terbesar se-Dunia, gk tau lah…).

borobudur-21Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang – Jawa tengah. 1 jam lebih perjalanan di tempuh dari kota Jogja menggunakan angkutan umum. Perjalanan dimulai dari jalan parangtritis, jalan terdekat dari hotel tempat kami menginap. Dari jalan parangtritis kita bisa naik Bus Jurusan bantul atau bus yang lewat terminal Giwangan. Cuman merogoh kocek 2.000 rupiah per orang, seperempat jam perjalanan kami sudah nyampai terminal Giwangan. Sampai terminal Giwangan kami langsung menuju ke Pangkalan Bus Jurusan Borobudur yang terletak bersebrangan dengan tempat pemberhentian bus yang kami tumpangi tadi. Bus tiga/empat atau Bus tanggung berpintu dua siap berangkat ke Borobudur, di tengah2 perjalanan kondektur menarik ongkos perjalanan. Tak seberapa mahal untuk ukuran orang kerja, cuman 10 ribu rupiah. Bus transit dulu di Terminal Jombor (ring road utara jogja), terminal ini dekat dengan jalan Magelang yang mengarah ke Borobudur. Cuman Ngetem 10 menit bus melanjutkan perjalanan ke Borobudur, dan bus kembali Transit di Terminal Muntilan. Terbangun oleh suara pengamen yang ramai dan sedikit mengganggu, kamipun bangun dari tidur yang dan Edo turun untuk membeli Djarum Super sebagai pelengkap kami di waktu senggang. Perutpun tergoda dengan Gorengan Khas Mahelang yaitu Mendoan (tempe goreng yang lebar dan dilapisi gandum yang tebal). Tak pikir panjang akhirnya kami ber-5 segera menikmati jajanan jalanan tersebut, nikmaaaaaaat……..hmmm, lebih nikmat daripada Pizza Hutt (berlebihan). Sperempat jam berlalu, kondekturpun sudah teriak2 tanda bus mau melanjutkan perjalanan, kamipun bergegas menyelesaikan urusan perut ini. Sudah sepertiga perjalanan kami lalui, 20 menit perjalanan kami sudah nyampai di Terminal Borobudur. Jarak terminal dengan Candi kira2 1 km, lumayan dekat bila kita jalan santai.

Borobudur we are coming…..Sampai saat ini kami masih tetap ber-a5, belum ada tanda2 kehidupan satu orang teman kami yanag luar biasa. Aku hubungi dia, sejak kami sampai terminal muntilan tapi dia belum datang juga, akhirnya kami memutuskan untuk menunggunya sambil sarapan Soto Sapi khas Magelang, tepat di depan seberang jalan Parkiran Candi. Belum lima menit kami duduk, sahabat kamipun datang dengan muka dan wajah tak berdosa ( Memang gk ada dosa ke kita2…hahaha). Dialah Agus, Seorang karyawan dari salah satu perusahaan milik negara terkemuka di Indonesia. Agus Prasetyo Nama lengkapnya, yang kebetulan sedang pulang kampung di magelang. Dia adalah salah satu Founding Father dari Elits-41 yang memiliki wawasan luas mengenai konflik di Timur Tengah (iyo to gus…koe dukung Hamas gak?). Lengkap sudah Formasi kami, kalau bahasa Sundanya Genap yang artinya bilangan 6. Setelah menyantap Soto Sapi yang mantabb….kamipun segera bergegas menuju Candi. Tiket masuk Candi Borobudur sama dengan Candi Prambanan yaitu 15.000/pengunjung ditambah Tiket Kamera 1000 rupiah. Antrian pun berjejal di pintu masuk Candi, maklum lah long weekend banyak keluarga yang meluangkan waktu jalan2 ke Candi sekedar Refreshing. Perjalanan dari loket Candi sampai Stupa Pertama cukup jauh sekitar 500 meter mkn lebih.

borobudur-3Sampai di Candi kami segera membuka kamera kami dan hunting objectpun di mulai, walaupun kebanyakan object adalah kita sendiri (maklum wong NARSIS). Setelah keliling 1 putaran di pelataran candi, kami berhenti sejenak meluruskan kaki. Sekelumit ucapan terucap dari mulut sahabat kami Agus, ” Sorry rek, aku kudu muleh…wes jam setengah 10 iki”. Memang Agus sudah bilang ke kami kalau tidak bisa menemani kami berlama2 di candi karena ada keperluan keluarga. Suasana haru pun menerpa kami, isak tangis dan hembusan nafas panjang pun mewarnai perpisahan yang benar2 menyedihkan ini (Berlebihan Mode ON…hahahaha). Formasi tinggal ber-5 lagi, kami melanjutkan dengan berbagai gaya dan tingkah laku yang aneh2 di Candi ini. Karena long weekend Candi bener2 penuh pengunjung sehingga kami kesulitan mencari posisi untuk berfoto bareng tanpa ada halangan orang di sekitar. Terik matahari semakin menyengat, capek di kaki juga mulai terasa. Akhirnya kami putuskan untuk pulang ke Jogja, Borobudur Completed…..Sampai luar candi sebelum naik Bus kami pun hunting makanan ringan untuk sekedar mengisi perut dan mempertahankan stamina.ipilih, Mie Ayam dan Bakso Tahu khas Magelang (Pokok kalau di magelang ya khas magelang ..:D). Lumayan mantab, tapi lebih mantab Soto Pagi tadi. Ngobrol2 sebentar, sambil rokok-an dan bersenda gurau kami segera selesaikan urusan perut ini lagi. Beranjak ke Terminal Borobudur dengan hati gembira karen Misi telah terpenuhi. Nunggu sebentar di Terminal, Bus datang dan kami segera naik untuk melanjutkan perjalanan ke terminal Jombor – Jogja. Ongkos perjalanan masih tetap sama yaitu 10 ribu rupiah per penumpang, 1 jam lebih perjalanan ke Jombor. Sampai di Jombor kami langsung meneruskan Perjalanan Malam kami ke Pusat Kota Jogja yaitu Malioboro…

Kelanjutan Cerita ini segera di release di Yogyakarta 3

Bersambung …=>>


Responses

  1. payah ahhh….
    isine lanang thok…😀

  2. Kok ngerti yen lanang kabeh, emange koe we delok njerone mas..:P

  3. onok sing wedok siji wel, nek kowe teliti. seng endi hayo?

  4. Jogja. Kota ini benar-benar magis. Menonton pentas sendratari ramayana dengan siluet prambanan saat purnama rasanya magis kayaknya sih. soalnya belum pernah, he-he-he.

    Salam blogger,
    masmpep.wordpress.com

  5. Saya yang asli Klaten saja belum pernah nonton sendra tari Ramayana mas. Maklum lah, sejak lulus SMA langsung cabut dari kota kelahiranku itu. Kalau ada libur panjang dan waktu luang baru bisa pulang kampung. Kapan-kapan saja kalau pas ada pertunjukan kita nonton bareng mas….hehehe

    Salam blogger juga…

  6. wahhh
    sedikit membetulkan..
    borobudur tidak terletak di kota muntilan mas.
    muntilan dan borobudur beda kecamatan.
    muntilan ya muntilan low borobudur ya borobudur..
    maaf..
    boleh di koreksi ya..

  7. Mbak Asih,

    Terima kasih atas koreksinya, akan segera saya perbaiki


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: