Oleh: mantostrip | Maret 13, 2009

Air Terjun Cibeureum


Menghirup Udara Segar di Air Terjun Cibeureum

Air terjun Cibereum terletak di lereng Gunung Gede, tepatnya di Kecamatan Cibodas kabupaten Cianjur Jawa Barat. Di lokasi Air Terjun ini terdapat 3 Air terjun yang ketiganya memiliki ketinggian yang hampir sama. Jika anda akan melakukan pendakian Gunung Gede, sangat disayangkan jika anda tidak melewatkan waktu sejenak di air terjun ini. Setiap hari sabtu dan minggu banyak sekali orang yang berkunjung di tempat ini untuk menghirup udara segar di lereng pegunungan atau sekedar melepaskan kepenatan hidup di kota2 besar sekitarnya (jabodetabek) yang bising dan berudara kotor. Tak sedikit juga para muda mudi berkunjung ke tempat ini untuk bermesra2an dengan pasangan mereka, udara yang digin di tambah pemandangan yang cukup indah membuat tempat ini jadi favorit bagi para kawula muda yang sedang di mabuk asmara.

Sekilas tentang air terjun Cibereum diatas, saya akan mencoba menceritakan pengalaman menarik saya waktu berkunjung ke tempat ini bersama dengan rekan saya. Saya telah dua kali berkunjung ke Air Terjun ini, episode pertama saya bersama Agus dan Fauzik sedangkan episode 2 bersama Hadid dan Edo. Kedua kunjungan ke Air terjun ini sebenarnya punya misi yang sama, yaitu mengurus perijinan mendaki Gunung Gede yang menurut peraturan harus dilakukan minimal 1 minggu sebelum hari H pendakian.

Episode 1 – Sabtu, 04 Agustus 2007 ( Aku, Agus, Fauzik)

cibereum-1Perjalanan saya mulai dari tempat tinggal sementara kami di Bekasi, saya berangkat dari kost bersama Agus menuju ke UKI (Tempat populer bagi para pengguna jalan yang dari atau menuju ke daerah sebelah selatan Jakarta) dimana Fauzi berangkat dari jakarta dan akan bertemu kami di situ. Dari Bekasi aku dan agus naik Bus Maysari Bakti nomor 9B jurusan Kampung Rambutan lewat UKI. 3000 rupiah ongkosnya, setengah jam kemudian kami sudah sampai di UKI tempat kami janjian dengan Fauzi. Seperempat jam sudah kami duduk2 di halte menunggu kedatangan rekan kami yang kunjung datang itu, tidak ingin meluangkan waktu sia-sia akhirnya Agus membeli Koran harian sebagai teman membunuh waktu (Maklum Calon pejabat, bacanya koran harian). Tak lama kemudian sepintas bayangan melintas tepat di depan mataku, dengan langkah tak berdosa tanpa menyapa (memang tidak kelihatan kalee…) fauzik terlihat berjalan di depan kami. Ziiik……..teriakku sekuat tenaga…..tidak terdengar juga, maklum suaraku kalah dengan terikan2 kernek bus kota yang sedang mencari penumpang. Tak ingin ketinggalan lebih jauh lagi akhirnya kamipun lari menghampirinya, haaaaaaaah…..akhirnya terkejar juga. Fauzik, kakak angkatan kami di Elektro ITS yang sempet menjadi asisten kami sewaktu Praktikum di kampus adalah orang kunci disini karena dialah yang benar2 tau jalur menuju Pos Pendakian Gunung Gede di Cibodas.

Dari UKI kami mencoba mencari bus ke Arah Cianjur yang melewati puncak yang natinya kita bisa turun didepan jalan masuk menuju kawasan Kebun Raya Cibodas. Mondar mandir kami mencari bus itu, tapi tak satupun kami temukan bus jurusan Cianjur. Waktu sudah hampir tengah hari, jam 11 siang kira2 kami memutuskan untuk naik Bis Jurusan Bogor. Karena sudah kepanasan, kami memilih bus AC walaupun tarifnya sedikit mahal toh yang penting nyaman dan cepat sampai. Bus dari UKI ke bogor melewati Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi), perjalanan hanya sekitar 45 menit dengan ongkos 10 ribu rupiah. Sampai di terminal bogor, kami langsung mencari Bus jurusan Cianjur yang melewati Puncak. Berjalan sedikit di pintu keluar terminal kami langsung naik Bus AC Ekonomi jurusan Cianjur yang sebentar lagi akan berangkat. Sampai di dalam bus ada sedikit keanehan, baru kali ini Restribusi Terminal di tarik oleh petugas di dalam Bus (benar2 terminal yang aneh). Kami akan segera melakukan perjalanan panjang menuju Cibodas. Perjalanan kira2 sekitar 2 jam dengan kondisi jalan yang biasa (tidak macet dan tidak lancar). Satu hal yang menarik perhatian saya, dimana kernek, supir, kondektur, pengamen dan pedagang semua menggunakan bahasa Sunda (maklum kita berada di tanah Pasundan). Satu keanehan lagi terjadi didalam bus, dimana ongkos perjalanan bisa di tawar (gilaaa….), bayangkan ada mbak2 (cewek) di bangku sebelah membayar ongkos yang lebih tinggi daripada kami dimana kami turun lebih jauh jaraknya daripada cewek itu (mungkin salah ngasih kembalian atau memang ketipu :P). Ongkos dari Bogor-Cibodas kurang lebih 30 ribu rupiah, maklum perjlanan panjang naik turun bukit dan jalanya berkelok2. Sepnjang perjalanan di kanan kiri jalan penuh dengan Vila2 mewah, Pusat Diklat, Restoran dan juga Pedagang2 kecil yang menjajakan makanan hasil bumi kota Bogor. Puncak bogor yang harusnya hijau lebat dengan kebun teh yang terbentang luas, kini hmpir penuh dengan bangunan2 hasil keserakahan para pebisnis alam. Sungguh sedih aku melihat pemandangan ini, tak kuasa aku meneteskan air mata kesedihan ini karena orang2 biadab telah merampas keindahan alam yang kita punya (Berlebihan Mode ON).

Dua jam perjalanan kami lalui, akhrnya kami sampai di jalan masuk Kebun Raya Cibodas. Jarak antara jalan raya dan kebun raya masih jauh, sekitar 5 kilometer perjalanan menanjak. Dari pertigaan itu kami naik angkot menuju Cibodas, ongkos 2500 rupiah dalam waktu 15 menit kami sudah sampai di gerbang masuk Cibodas. Legaa…….pengen segera ke Pos Pendakian guna mengurus ijin pendakian ke Gunung Gede, sampai depan Pos kami dikejutkan oleh tulisan di spanduk yang di pampang di depan halaman Pos Pendakian yang bertuliskan ” Pendakian Gunung Gede untuk sementara di TUTUP selama bulan Agustus, dalam rangka pembersihan dan pemeliharaan Hutan”, seketika nafas kami tertahan……..Haaaaaaaaaaaah, sia sia sudah pejuanganku ini (bisik dalam hatiku). Akupun lesu lemah dengan penuh penyesalan, tapi tak lama kemudia Fauzik nyeletuk ” Bagaimana kalau kita ke Air Terjun Cibereum saja…”. Deeg…jantungku kembali berdetak setelah selama beberapa detik terhenti (berlebihan…:D), betapa senangnya hatiku saat mendengar kalimat itu. Tak pikir panjang lagi, kami segera menuju ke Air terjun Cibeureum, jarak pos pendaftaran pengunjung sekitar 1km dari Pos Pendakian. Sampai di depan gerbang pendaftaran, kami dikejutkan lagi dengan tulisan “Air Terjun Tutup Jam 14.00”, Siaaaalllllll………………………..gk mau kecewa yang kedua kali akhirnya kami nekat naik kesana, sampai di Pos Pendaftaran kami melakukan registrasi dan membayar ongkos sebesar 2000 rupiah/pengunjung. Dari pihak Pos hanya berpesan untuk tidak terlalu lama di air terjun mengingat waktu sudah sore. Pendakian di mulai…..2 kilometer perjalanan menanjak menyusuri jalan bebatuan kami mulai. Target 1 jam sudah sampai di Puncak..(Upss…maksudnya di Air Terjun). Maklum anak kost yang jarang berolahraga, baru mendaki selama 5 menit saja nafas sudah terengah2 dan keringat sudah bercucuran…(Ampuuun toss….terucap dari mulut Agus). Sampai separuh perjalanan, saya terkejut bukan main berpapasan dengan seorang cewek yang sepertinya aku kenal. Bunga…..(bukan nama sebenarnya) aku panggil namanya, diapun menoleh dan balas menyapaku. Duuuh… dunia memang cuman selebar daun kelor (pepatah orang jawa), aku ketemu dengan teman SMA ku yang kebetulan sekarang juga kerja di jakarta. Fauzik dan Agus yang berjalan di depankupun seketika menoleh dan menatap kami berdua seolah tak percaya (berlebihan…). Ngobrol dikit dengan teman SMA sambil mengobati lelah kami lanjutkan kembali perjalanan ke Air Terjun. 1 jam perjalanan lagi, akhirnya kami nyampai juga di Air Terjun yang indah itu. Wouuu….sungguh mengagumkan, air terjun dengan ketinggian hampir 30 meter dan debit air yang besar menyapa kami dan mendinginkan badan kami yang terbakar selama perjalanan. Setelah puass berfoto2 di depan Air terjun pertama, kamai lanjutkan ke Air terjun yang kedua yang jaraknya cuman sekitar 20 meter. Dua puluh meter lagi kami menemukan Air Terjun ke-3 yang tempatnya agak tersembunyi di antara tebing yang curam. Inilah yang dinamakan Air Terjun Cibeureum, gak nyangka justru air terjun yang tersembunyi dan yang paling kecil malah menjadi Nama Besar dari ke-3 Air terjun yang ada di tempat itu.

Sambil menikmati pemandangan sekitar, kami menyantap Rempeyek Bayam yang kami beli dari dekat Pos Pendakian tadi siang. Setengah jam sudah kami di tempat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 4 Sore, akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang. Perjalanan turun jauh lebih cepat , cukup 30 menit kami sudah sampai di Pos pendaftaran. Sampai di sepanjang jalan dekat Pos Pendakian, kami sempatkan dulu belanja hasil bumi lereng Gunung Gede ini. Rempeyek Bayam, Keripik Tempe, dan Sale adalah jajanan khas daerah ini. Setelah puass belanja jajanan, kami segera naik angkot turun menuju Jalan Raya. Sampai Jalan Raya kami mencari Bus Jurusan Bogor, alangkah beruntungnya kami karena yang lewat justru Bus Jurusan Bandung-Kampung Rambutan. Tak berfikir panjang kamipun langsung naik dan menikmati penjalan panjang ke Jakarta. Penjalanan sekitar 3 jam, dengan ongkos 30 ribu rupiah (Bus Ekonomi).

Sampai di Kampung Rambutan sekitar pukul 9 malam, sampai disini Fauzik berpisah dari Aku dan Agus untuk pulang ke tempat tinggalnya di Daerah Duren Tiga – Jakarta Selatan. Mondar mandir di terminal mencari bus jurusan bekasi, hampir setengah jam kami tidak juga menemukanya. Mungkin armadanya sudah habis, maklum sudah jam 9.30 malam lebih. Tak mau kemalaman di terminal kami memutuskan untuk menyebrang melalui jembatan Tol, berharap ada bus atau angkot yang langsung mengarah ke Bekasi di seberang jalan. Akhirnya kami menemukan bus 9B jurusan Bekasi Barat, Alhamdulilah……akhirnya perjuangan terakhir hampir terlewati. Jam 11 malam kami sampai di Kost tercinta, Jl Lele 1 Perumnas 2 Bekasi. Sampai disinilah akhir dari ceritaku di Cibereum Episode 1, cerita selanjutnya akan segera di release…

Episode 2, Sabtu, 25 Agustus 2007( Aku, Edo, Hadid, Fauzik)

cibereum-2Pada Episode 2 kali ini, saya bersama ke-2 teman saya akan menceritakan perjalanan menuju ke Air Terjun Cibeereum dengan tujuan mengurus perijinan pendakian Gunung Gede dan juga menikmati udara segar sepanjang perjalanan menuju Air Terjun. Perjalan kali ini di tempuh dengan jalur transportasi yang berbeda dengan Episode 1. Aku, Edo dan Hadid berangkat dari Bekasi jam 8 pagi, keluar kost kami bertiga menyempatkan dulu untuk sarapan di warteg favorit kami yang terkenal dengan sebutan “Warung Semi Padang” atau “Warung Hadid”. Setelah perut cukup kenyang, jam setengah sembilan kami meninggalkan warteg menuju halte bus depan Ramayana, tak lama kemudian bus 9B jurusan kampung Rambutan melintas di depan dan kamipun langsung naik tanpa pikir panjang. Kurang lebih 45 Menit perjalanan kami sampai di Terminal Bus Kampung Rambutan, kami janjian dengan Fauzik lagi di terminal ini. Kami coba hubungi Fauzik berkali2, tapi gk diangkat olehnya (gak tau kenapa gk diangkat, mkn hpnya di silent). Akhirnya kami putuskan untuk menuju Terminal Bus Antar Kota, para Calo bus pun langsung menyerbu kami bertubi tubi sampai kami benar2 muak (berlebihan). Stelah bayar peron terminal, kami coba telpon fauzik lagi dan menunggu di depan pintu masuk berharap jika fauzik datang kami bisa langsung melihatnya. Cukup lama kami menunggu, capek juga berdiri terus kamipun coba cari tempat duduk. Selintas mata memandang mencari bangku kosong buat duduk, mata kami menangkap sosok seseorang yang kami kenal sedang duduk diam dengan kepala tertunduk bersandar tas kecil yang di bawanya. Seketika itu kami menghampirinya, dan………………..”ziiik…….” sapaku, ” eh,….tos” dia balas menyapaku.Mkn saking lamanya dia nunggu kami, dia sampai ngantuk dan tertidur. Waktu sudah menujukkan pukul 10 lebih. Kamipun segera mencari bus jurusan Cianjur yang melewati Puncak, langsung dapat bus ekonomi tanpa AC.

Perjalanan dari Kampung rambutan ke Cibodas memakan waktu kurang lebih 3 jam, dalam kondisi jalan yang normal. Ongkos perjalanan sekitar 30 ribu rupiah per penumpang. Tiga jam perjalanan kami tempuh akhirnya kami sampai juga di Cibodas, seperti pada episode 1 kami langsung cari angkot jurusan Kebun Raya Cibodas. Sampai di Pos Pendakian pukul 1 Siang lebih, kami langsung menuju ke Loket Pendaftaran pendakian Gunung Gede. Biaya pendakian Per orang adalah 20 ribu rupiah, biaya pendakian termahal yang pernah aku alami. Saat melakukan pendakian, kami menemui juga sorang turis asing yang juga sedang mendaftarkan diri. Ternyata, ada juga bule yang suka naik Gunung yah..:D. Setelah selesai mendaftar, kami menyempatkan dulu untuk Sholat Dzuhur di Mushola dekat Pos tersebut. Setelah sholat, fauzik pamit pada kami untuk pulang lebih dulu karena ada urusan pribadi. AKu, Edo dan Hadid bersiap untuk menuju ke Air Terjun Cibeureum. Perjalanan dimulai, seperti biasanya kami membayar restribusi Air Terjun sebesar 2 ribu rupiah per pengunjung. Dua jam perjalanan kami tempuh, sampai juga di Air Terjun sekitar pukul setengah 3 sore. Kami bertiga langsung pasang action NARSIS walaupun hanya bawa kamera HP Ony Ericssonku😀. Setelah puas bermain air di bawah air terjun dan foto2 bersama di sana, kami segera turun mengejar waktu yang hampir gelap. Sampai di jalan raya sekitar pukul 4 sore, kami mencoba mencari Bus Jurusan Jakarta. Karena tidak dapat bus jurusan Jakarta, kami naik bus jurusan Bogor yang berhenti di depan kami. Ongkos perjalanan sampai bogor sekitar 20 ribu rupiah, perjalanan di tempuh dalam waktu 2 jam lebih karena macet. Sampai di Terminal Bogor, kami mencari Bus jurusan Kampung Rambutan, nasib kali ini agak mujur karena kami menemukan Bus Jurusan Bekasi Timur. Tak berfikir panjang kamipun langsung naik, bus ekonomi AC dengan ongkos 15 ribu rupiah. Sampai di pintu Tol Bekasi timur kami turun, segera kami mencari angkot jurusan bekasi barat. Perjuangan terakhir hampir usai, sekitar jam 9 malam kami sampai di Kost dengan selamat dan hati Gembira. Demikian perjalanan kami di Air Terjun Cibeureum, semoga anda tertarik dengan cerita2 dari kami.

The End


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: