Oleh: mantostrip | Januari 3, 2010

Ben Thanh Market : The Bigest Market @ Ho Chi Minh City, tendangan maut mendarat di bokongku


Ben Thanh Market (19 Desember 2009)

Ben Thanh Market

Kejadian kekerasan pada pembeli terjadi pada saya waktu mengunjungi pasar tradisional terbesar di Ho Chi Minh City – Vietnam. Setelah sarapan pagi di guest house, kami ber-5 memutuskan jalan kaki menikmati kota Ho Chi Minh City yang sedang sibuk di pagi hari. Tujuan pertama saya dan teman2 adalah Ben Thanh Market yang letaknya paling dekat dengan guest house kami. Ben Thanh Market merupakan pasar tradisional yang tersbesar di kota ini. Bentuk bangunan kuno yang khas menjadi daya tarik sendiri bagi para fotografer untuk membidik dengan kameranya. Ben Thanh market berbentuk persegi yang panjang sisinya sekitar 200 meter. Didalam pasar terdapat banyak barang dagangan mulai dari perabot rumah tangga, kaos, kain, bahan makanan pokok, sampai, souvenir menarik. Tak salah jika anda berkunjung ke Ho Chi Minh City, wajib hukumnya mengunjungi pasar ini. Pasar buka mulai jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Sedangkan dimalam hari, pasar malam dilanjutkan jalanan samping pasar ini. Barang dagangan yang digelar dimalam hari berupa kaos, kain dan juga souvenir bagi para pengunjung.

Kisah tragis saya terjadi di siang hari, ketika saya sedang membantu mencari kaos khas vietnam buat teman saya. Waktu sedang berjalan, saya melihat di salah satu stand ada kaos yang menarik motifnya. Begitu saya kelihatan tertarik, mbak2 si penjual langsung nyamperin saya. Iseng2 saya menanyakan harganya berapa. Dia menjawab 90ribu VND (mata uang setempat). Saya coba pegang kainnya, ternyata tipis sekali dan membuat saya ilfil dengan kaos tersebut. Selanjutnya si penjual menyodorkan kalkulator kepada saya, pertanda dia ingin saya mengajukan penawaran. Di pasar ini penawaran bisa dilakukan dengan mata uang USD atau VND. Kita tinggal memilih mata uang mana yg akan anda pakai untuk transaksi, selanjutnya kita tinggal mengetikkan penawaran kita di kalkulator yang dia sediakan. Maklum ribet kalau tawar menawar dengan bahasa inggris.

Karena saya sudah tidak minat dengan kaos tersebut, saya menolak waktu di beri kalkulator untuk mengajukan penawaran. Saya bilang maaf sambil berlalu meninggalkan si penjual. Begitu saya memalingkan badan, tiba2 pundakku ditarik dan badanku diputar membelakangi si penjual kaos tersebut. Dan….Jluuukk Gubraakk……bokongku ditendang oleh mbak2 pedagang kaos tersebut. Sambil membalikan badan dan minta maaf, saya mempercepat langkah untuk berlalu dari tempat itu sebelum dikeroyok wanita2 sepasar.

Bagi anda yang hendak berkunjung ke Pasar Ben Thanh, siapkan mental dan senyuman semanis mungkin untuk para penjualnya. memang penjual dipasar tersebut kurang ramah, terbukti tidak di satu tempat tersebut. Ditoko souvenir pelayannya juga kurang ramah, cenderung cemberut jika kita hanya sekedar melihat2 tanpa melakukan pembelian. Harap maklum, cari uang di vietnam tidak mudah. Negaranya mkn lebih miskin daripada negara kita, jadi harap bersabar dengan perlakuan2 yang kurang menyenangkan terhadap turis asing.

About these ads

Responses

  1. lumayan entuk cap stempel wanita vietnam..

  2. Hahaha…..stempele sayang stempel sikil nang bokong, pengene stempel bibir nang pipi :D

  3. [...] It’s shoping time. Ben Thanh Market, merupakan central market terbesar di Ho Chi Minh City, Vietnam, yang menjual berbagai macam barang dagangan. Mulai dari, pakaian, perhiasan, souvenir, makanan bahkan hingga kebutuhan sehari-hari. Seperti Chatuchak Weekend Market, jika di Bangkok. Atau mungkin seperti JMP atau Pasar Turi, jika di Surabaya, tempat saya tinggal. Walaupun bentuknya bukan plaza bertingkat, melainkan satu lantai saja. Saya dan Son sangat antusias dengan yang namanya belanja. Bukan karena saya dan Son sudah teracuni sifat dasar kaum hawa, namun lebih karena tuntutan. Son dititipi kakaknya untuk membelikan kopi Trung Nguyen, kopi khas Vietnam (kabarnya Vietnam sudah menyangi Brazil sebagai penghasil kopi nomor satu), dan juga kaos untuk sahabat kami Edo. Saya sendiri juga ingin berburu kaos untuk ketujuh ponakan saya, dan titipan hiasan tembok untuk kakak-kakak saya. Mantos dan Ervan sendiri tampaknya kurang antusias dengan namanya belanja. Sedikit terpaksa mengikuti jejak kami menjelajah isi pasar. Blusak-blusuk masuk diantara kios-kios, langkah Mantos terhenti didepan sebuah kios yang menjual kaos khas Vietnam. Kaos dengan warna dasar merah dengan lambang bintang berwarna kuning didadanya. Lambang bendera Vietnam. Melihat Mantos tampaknya tertarik, ibu penjual tersebut langsung antusias. “This t-shirt 90.000 dong”, ujar ibu penjual tersebut. Mantos memegang kain kaos tersebut, dan meraba sablonannnya. Kemudian berguman pelan kepada saya, “Kainnya jelek, tipis”. Mantos pun tampaknya langsung ilfil (ilang feeling), karena setiap ucapan penjualnya ditanggapi dengan wajah datar-datar saja. “Bla…bla…bla…bla…”, ibu tersebut memberikan penjelasan. “You can see another t-shirt”, ujar ibu penjual tersebut masih antusias. Wajah Mantos masih lempeng dot com. Ibu penjual tidak mau menyerah. “This t-shirt, you can bargain”, sambil menyerahkan kalkulator dengan harapan mantos melakukan penawaran harga untuk kaos tersebut, dan mengetikkan nilainya di kalkulator tersebut. “Sory”, ucap Mantos sambil melambaikan tangannya (mungkin dengan wajah calon pembeli yang menyebalkan) dan berlalu meninggalkan ibu penjual tersebut. Tiba-tiba ibu penjual tersebut memegang pundak Mantos. Dan…jlooook……pantat Mantos ditendang. Mungkin dalam hati ibu penjual itu, “Sialan, kalau tidak niat beli ya tidak usah mampir. Atau kalau tidak jadi beli ya paling tidak bilang tidak cocok harga, motif, atau bahan lah. Basa-basi sedikit lah. Ini tidak responsif sama sekali. Dan nglonyor aja.” Hahahaha…… Cerita dari yang bersangkutan bisa dibaca disini. [...]

  4. Kak.. boleh tau nginap dimana?
    rencana saya bawa ortu saya ke vietnam dan mau menginap di dkt ben thanh market biar gampang shopping and cari makan..

    tolong info yah.

    thanks

  5. o Ngoc Thao Guesthouse : Akses dari Airport menggunakan Bus No.152 turun di Gang nomer 241 Pham Ngu Lao St, antara Liberty 4 Hotel dan Elios Hotel, 30 meter masuk gang, hostel berada di sebelah kanan jalan. Menyediakan tipe ruangan Single Private Ensuite 17 USD, Twin Private Ensuite 9.5 USD/orang, 3 bed Familly Room 9.5 USD/orang, 4 Bed Ensuite 8.5 USD/orang. Fasilitas, breakfast free, internet free, tiket bus. Online Booking & Maps Hotel @ http://www.hostel.com atau http://www.hostelworld.com

  6. asdf

  7. mas sorry mau nanya…
    kalo di ben thanh market itu banyak yang jual pakaian yg unik ga ya? trus utk menawar kayanya aga serem ya..

  8. mau tanya nich anatara bandara ke ben thanh market brp KM?trs brp mnt?naik taksi mahal gak?

  9. Bandara ke Ben Than Market naik Bus Kota bayar 3ribu Dong perjalanan sekitar 30 menit karena berhenti2 di setiap halte.

    Kalau pakai Taksi, sekitar 100 ribu Dong, lama perjalanan separuhnya kalau tidak macet . .

    -Mantos-

  10. Mas…Kalau pasar malamnya itu buka sampai jam berapa ya?
    Tahu tidak? :D

  11. I personally question the reason why you called this blog post, Custom
    Blinds “Ben Thanh Market : The Bigest Market @ Ho Chi
    Minh City, tendangan maut mendarat di bokongku | Mantos TRIP”.
    In any event I personally enjoyed the article!

    Many thanks,Margarita


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 428 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: